Kamis, 29 November 2012
Merespon Kuliah Umum dan Penggambaran Kepercayaan Saya terhadap Tuhan
A. Merespon Kuliah Umum
Pada hari senin tanggal 26 november 2012 saya mendapat kuliah umum dari Saras Dewi. Beliau membawakan kuliah “Hummanistic Studies” dengan materi Agama dengan Pendekatan Filsafat kurang lebih selama 90 menit.
Dalam kuliah umum ini saya merasa bingung dan kepala saya terus dibuat berputar-putar dengan materi yang dibawakan, namun saya menikmati itu. Sehingga waktu berjalan begitu cepat. Kebingungan yang saya hadapi dikarenakan mungkin saya kurang begitu paham tentang tokoh – tokoh filsafat dan materi yang dibawakan membuat saya galau.
Dari awal kuliah saja saya sudah bingung saat Ibu Saras Dewi menjelaskan tentang alasan manusia beragama yaitu untuk menanggung kesengsaraan hidup. Dari situ saya berfikir apa benar kata-kata itu. Kalau benar begitu jadi orang – orang yang tidak beragama seperti kaum Atheis itu mereka tidak pernah sengsara dong karena mereka tidak beragama. Dan orang – orang yang beragama itu orang yang takut sengsara? Karena mereka ingin menanggung kesengsaraan hidup maka mereka beragama. Itu yang membuat saya bingung masak alasana beragama karena takut sengsara. Sedangkan Allah sudah memastikan kalau semua manusia pasti mengalami bahagia dan sengsara seperti pelambangan bumi bulat. Jadi menurut perintah itu seharusnya semua manusia beragama dong. Namun kenapa ada yang tidak beragama?
Selain itu saya bingung dengan tokoh filsafat yang ada seperti Rene Descrated, Ibn Arabi dll. Dari situ saya bingung kenapa tokoh-tokoh itu yang dibahas, apa mereka seorang agamawan? Karena yang mereka bahas itu tentang agama. Dan saya bingung kenapa mereka yang dibahas?
Namun yang saya mengerti dari kuliah umum ini adalah memang benar agama dan filsafat harus jadi satu. Hal itu dikarenakan kalau beragama tanpa ada dasar filsafat seseorang akan beragama yang fanatik. Karena mereka menjalankan agama tanpa mereka berfikir dari banyak ahli. Jadi yang baik itu beragama namun juga harus mempertimbangkan agama itu berdasarkan filsafat seperti yang dikatakan Ibu Saras Dewi.
B. Penggambaran Kepercayaan Saya terhadap Tuhan
Menurut saya Tuhan itu ada untuk diyakini. Tuhan adalah pencipta alam semesta ini. Seperti yang dijelaskan di al-quran surah Al-Baqoroh. Oleh karena itulah saya harus mempercayai Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya yang menciptakan saya dan yang akan mematikan saya. Yang mengatur detak jantung saya ketika saya sadar atau tidak sadar (tidur). Tuhan adalah satu-satunya yang mencupkan saya.
Tuhan memang tidak terlihat dan tidak terjamah oleh indra kita. Karena memang saya tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, tetapi keberadaan-Nya harus diyakini. Saya harus meyakini Tuhan karena Tuhanlah yang memberi kehidupan ini. Tuhan ada untuk mengatur segala urusan yang ada. Termasuk urusan manusia.itu merupakan kepercayaan sebagaimana saya percaya sewaktu saya berada di kondisi lemah dan seketika itu kekuatanpun muncul sebagai ketenangan dan ketabahan. Saya juga belum pernah menghadapi mati. Tapi saya akan sedikit memahami keberadaan Tuhan jika saya dihadapkan kematian. Lebih tepatnya kematian orang yang kita sayang.
Bahkan saya percaya kepada Tuhan karena di dunia ini tidak ada yang bisa dipercaya selain kematian. Itulah mengapa saya percaya kenapa kematian itu ada. Dan kematian merupakan tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa mengatur kapan kematian saya datang. Jika kekuasaan ada maka yang berkuasa itu ada yaitu Tuhan.
Jika saya merasakan ketenangan dan ketentraman, maka disitulah arti kehadiran Tuhan di hidup saya. Jika keresahan dan ketakutan ada maka itulah arti kalau saya jauh dari Tuhan.
Sungguh jelas mengapa saya harus berkeyakinan bahwa Tuhan itu ada karena kemana lagi saya mengadu dan berharap jika nyata-nyatanya pengatur segala urusan itu ada. Benar – benar dalam kesesatan jika ada seseorang yang berharap kepada selain itu. Di kala saya bingung, putus asa dan merasa tidak ada jalan, maka apakah saya masih meragukan untuk meminta jawaban atas kebingungan saya kepada pengatur hidup saya? Akan lebih tidak ada jawaban atas masalah atau kebingungan jika kita berharap atau berdoa kepada yang jelas-jelas tidak akan menjawab harapan atau doa kita. Orang kita juga belum tahu siapa yg kita doain. Itulah arti kehadiran Tuhan di hidup saya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar